Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Unsur dan Pola Kalimat

Kalimat itu sendiri mempunyai arti yaitu suatu bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mempunyai arti dan pola intonasi akhir.Pertama saya akan menjelaskan tentang Unsur kalimat.



Unsur Kalimat terdiri atas:

1. SUBJEK dalam bahasa Indonesia biasanya terlatak di muka predikat.Subjek dapat berwujud nomina atau kata benda,tetapi pada keadaan tertentu,kategori atau jenis kata lain juga dapat menduduki fingsi objek.Subjek disebut juga pokok kalimat atau merupakan unsur inti dari kalimat. Untuk mencari subjek dalam kalimat dapat diajukan pertanyaan dengan kata tanya “siapa” dan “apa”.
Contoh subjek yang didudukin oleh kategori kata benda.
* Harga beras naik pada minggu ini.
* Warga Indonesia menghadapi musibah secara bertubi-tubi.
Contoh subjek yang bukan nomina
* Merah merupakan warna kesukaannya.
* Belajar tiap hari tidak pernah ditinggalkannya.
* Mengarang bukan pekerjaan mudah.

2. PREDIKAT dalam bahasa Indonesia dapat berwujud verba atau kata kerja,adjektifa atau kata sifat,preposisi atau masing- masing tampil dalam bentuk frase.Predikat merupakan unsur inti pada kalimat yang berfungsi untuk menerangkan subjek.Untuk mencari predikat dalam kalimat dapat diajukan pertanyaan dengan kata tanya “mengapa” dan “bagaimana”.
* Ibunya pernah mengajar di Singapura.
* Tamu itu sangat dimuliakan oleh tuan rumah.

3. OBJEK dan PELENGKAP dalam suatu kalimat memiliki kemiripan,diantaranya dapat dilihat dari posisi yang sama,yakni berada dibelakang predikat yang berjenis verba.Adanya kemiripan antara objek dan pelengkap tidak jarang membuat kedua fungsi dicampuradukkan.Padahal konsep nya harus dibedakan.Objek berjenis kata benda,baik kata maupun kelompok kata.tetapi pelengkap berjenis kata benda,kata sifat,dan kata kerja.Objek dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif sedangkan pelengkap tidak.Objek berada langsung dibelakang predikat tetapi jika ada objek pelengkap diletakkan setelahnya.
Contoh:
*Rina meenjual mangga.(objek)
*Rina berjualan mangga.(pelengkap)

Objek terdiri dari dua macam yaitu objek penderita dan objek penyerta

^ Objek penderita adalah kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kolompok kata yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subjek.
• Makna objek penderita :
1. Penderita
Contoh : Pak Ali membajak sawah
2. Penerima
Contoh : Ibu menjahit baju adik
3. Tempat
Contoh : Wisatawan mengunjugi Pulau Bali.
4. Alat
Contoh : Andi melempar bola ke arah Budi.
5. Hasil
Contoh : Anak-anak mengerjakan tugas pelajaran Bahasa Indonesia.
^ Objek penyerta adalah objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
• Makna objek penyerta :
1. Penderita.
Contoh : Ibu membelikan adik buku baru.
2. Hasil.
Contoh : Penjahit itu membuatkan ibu baju kebaya.
4. KETERANGAN mempunyai hubungan y ang renggang dengan predikat.
• Jenis-jenis keterangan :
1. Keterangan tempat
Contoh : Ibu berada di pasar.
2. Keterangan alat
Contoh : Heni membuat kerajinan itu dengan gergaji
3. Keterangan waktu
Contoh : Ujian akan diadakan pada akhir bulan

4. Keterangan tujuan
Contoh : Kakek berolah raga supaya sehat.
5. Keterangan penyerta
Contoh : Dia ke mall bersama kekasih.
6. Keterangan cara
Contoh : Masalah ini akan diselesaikan secara huokum.
7. Keterangan similatif(perbandingan)
Contoh : Ia sangat rajin seperti kakaknya.
8. Keterangan sebab
Contoh : Toni gagal keluar negeri karena passportnya hilang.
9. Keterangan pembatasan
Contoh : Pacar nya boleh kau ambil,kecuali dia.
10.Keterangan akibat
Contoh : Dia dilarang ke luar rumah sehingga tidak bias mengikuti pesta tersebut.
11. Keterangan modalitas,menjelaskan bahwa suatu proses berlaku secara subjektif.
Jenis :
# keterangan kondisional (syarat)
# keterangan kepastian
# keterangan kemungkinan (potensial)
# keternagan optatif ( harapan) dan desideratif (keinginan)
# keterangan ajakan
# keterangan keragu-raguan (dubitative)
12. keterangan Aspek, menjelaskan terjadinya suatu proses secara objektif.
Jenis:
# aspek inkoatif,menyatakan suatu peristiwa atau keadaab mulai terjadi.
# aspek perfektif (kompletif),menyatakan perbuatan selesai
# aspek inkompletif
# aspek futuritif
# aspek frekuentatif
# aspek spontanitas (serta merta)

Pola Kalimat terdiri atas:

1. Verba atau kata kerja
Jenis kata yang mengandung makna dasar perbuatan (aksi),proses, keadaan yang bukan sifat atau kualias.
Ciri verba:
• berfungsi utama sebagai predikat atau sebagai inti predikat dalam kalimat
• tidak dapat bergabung dengan kata yang menyatakan kesangatan seperti agak,sangat.
Bentuk verba;
• verba asal, yaitu verba yang dapat berdiri sendiri tanpa afiks (bentuknya dapat berupa moferm bebas).
• Verba turunan, verba yang telah mengalami afiksasi,reduplikasi, atau berupa penggabungan paduan bentuk dasar.
2. Nomina atau kata benda.
Adalah kata yang mengacu pada manusia, hewan, benda, dan konsep atau pengertian.
Ciri Nomina:
* Nomina tidak dapat didahului atau bergabung dengan kata tidak.
* cenderung menduduki fungsi subjek,objek, atau pelengkap dalam kalimat yang berpredikat verba.
* Lazim dapat diikuti oleh kata sifat atau adjektiva
Bentuk Nomina:
a. Nomina dasar
Contoh : perahu,semangat, meja, hari,tahun .
b. Nomina turunan
1. Nomimna berafiks , co: penjaga,kemampuan, perbuatan.
2. nomina reduplikasi, co: gerak-gerik, rumah-rumah.
3. nomina majemuk, co: rumah sakit, tanah air.
3. Adjektiva atau kata sifat
Adalah kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan seseorang, benda, atau binatang.
Ciri Adjektiva :
• Adjektiva dapat diberi keterangan pembanding seperti lebih, kurang, dan paling.
• Adjektiva dapat diberi keterangan penguat seperti sangat amat benar, sekali dan terlalu.
• Adjektiva dapat diingkari dengan kata ingkar tidak.
• Adjektiva dapat diulang dengan konfiks se-nya.
• Adjektiva pada kata tertentu dapat berakhir antara lain dengan –er, -wi, -iah, -if, -al, dan –ik.
Bentuk Adjektiva
a. Adjektiva dasar
Contoh : cerdik
Anggun
b. Adjektiva turunan
1. Adjektiva berakfis
Contoh : manusiawi
Duniawi
2. Adjektiva reduplikasi
Contoh : keinggris–inggrisan
Kekanak-kanakan
3. Adjektiva majemuk
Contoh : sehat-walafiat
Cantik jelita
Fungsi adjektiva
a. Predikatif artinya menempati posisi predikat dalam kalimat.
Contoh : Yang dibelinya kemarin tidak mahal
b. Atributif artinya menerangkan nomina yang di depannya.
Contoh : rumah besar
harga mahal
4. Pronomina
Adalah kata yang berfungsi untuk menggantikan nomina frase nomina sebagai pronomina, kategori ini tidak bisa berakfiks.
Jenis-jenis pronomina :
• Pronomina personal yaitu pronominal yang dipakai untuk mengacu ke orang.
Contoh :
Persona Tunggal Jamak
Pertama saya,aku,daku,-ku,ku kami,kita
Kedua engkau,kamu,anda,dikau,kau,-mu kalian,anda,sekalian
Ketiga ia,dia,beliau,-nya mereka,-nya
• Pronomina penunjuk
a. Pronomina penunjuk umum
Contoh : ini dan itu
b. Pronomina penunjuk tempat
Contoh : sini,sana dan situ
c. Pronomina penunjuk ihwal
Contoh : begini dan begitu
• Pronomina penanya yaitu pronominal yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan
Contoh : apa, siapa, mana, mengapa, bilamana, di mana, darimana dan bagaimana

sumber::
-
-catatan pelajaran SMA.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar